Gelagat Arah Politik Demokrat Pasca Pertemuan AHY dan Jokowi

Gelagat Arah Politik Demokrat Pasca Pertemuan AHY dan Jokowi

foto : istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Terkait pertemuan empat mata Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan capres petahana Jokow Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5) kemarin, menyiratkan berbagai perspektif, baik dari pihak BPN maupun TKN.

Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan hal tersebut sangat normatif dan wajar, Demokrat ingin melanjutkan komunikasi yang dulu sempat terbangun untuk menjalin kerja sama. Bedanya, konteks kerja sama tidak lagi untuk menghadapi kompetisi, melainkan demi berada dalam satu payung kabinet 2019-2024.

"Pertemuan antara Jokowi dan AHY tidak ada yang aneh. Banyak yang menerka ujungnya akan seperti ini jika Jokowi menang," ucap Yunarto.

Yunarto menganggap Demokrat mengambil langkah yang tepat andai memutuskan bergabung menjadi bagian pemerintahan selanjutnya. "Sikap Demokrat selama ini, saya tidak ingin bilang seperti banci, tetapi dua kelamin secara politik. Mau tidak mau batu loncatan ya menjadi bagian dari kabinet," kata Yunarto.

Demokrat juga mesti berkaca dari sikapnya selama 2014-2019. Diketahui, Demokrat tidak menjadi oposisi yang keras. Mereka berada di tengah-tengah ketika Gerindra - PKS beradu narasi dengan PDIP dan koalisi pemerintah. Saat Pemilu 2019 pun, banyak kader Demokrat di berbagai daerah yang justru mendukung paslon Jokowi - Ma'ruf," tutup Yunarto.

 

 

 

Sumber : CNN Indonesia

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com